Mahasiswa selalu di idealkan sebagai sosok akademisi
yang berintelektual tinggi dan mampu menempatkan diri atau telah menyadari
peran mereka di masyarakat. Seorang mahasiswa seperti itu memang sudah menjadi
proyek suatu perguruan tinggi untuk mencetaknya. Meskipun demikian, perguruan
tinggi hanyalah sebagai wadah pengembangan diri bagi mahasiswanya. Jadi, untuk
meraih impian sebagai akademisi yang professional tidak hanya dari faktor
bangku kuliah, atau IPK saja. Melainkan, sejauh mana sang mahasiswa mampu
men-Transformasikan nilai-nilai social kemasyarakatan ke dalam jati diri
mereka.
Guna
mencapai seorang yang benar-benar transformative, mahasiswa tidak cukup dengan duduk
manis di bangku mereka mendengarkan ceramah dosen. Mereka hendaknya mengolah
kombinasi antara ilmu empiris yang mereka dengan praktik lapangan, serta
berusaha mengakulturasi segala nilai-nilai yang ada di masyarakat. Bila kita
sudah sampai pada tataran bermasyarakat maka tidak lepas pula dengan yang namanya
pengorganisasian atau bagaimana mengatur masyarakat dapat terstruktur dengan
baik.
Pada
perspektif inilah yang menjadi sorotan di kalangan mahasiswa. Sebagian besar
mereka lebih memilih leyeh-leyeh daripada aktif di kampus. Contohnya : Membuka
forum diskusi sebaya, aktif lingkup ORMAWA ataupun UKM. Keaktifan ini adalah
keringat yang akan memberdayakan generasi lebih kontributif pada masyarakat.
Kehidupan
kampus itu manifestasi kecil dari kehidupan yang sebenarnya. Bila mahasiswa
tidak memanfaatkan kesempatan dan kesehatan yang ada, dapat dipastikan suatu
kerugian pasti dirasakan kemudian hari. Suatu anggapan yang salah bila IPK
adalah segalanya. Karena,
Hendaknya
sebagai mahasiswa, teruslah mencari dan mencoba peluang apapun yang ada, dan
terus berusaha belajar menjadi akademisi berbudi pekerti. Dan memang salah satu
lahan yang ideal adalah organisasi. Mohon didingat, “Keaktifan dan kontribusi
anda menentukan masa depan, kepasifan anda dapat dimungkinkan mengurungkan masa
depan”. Namun jangan pernah menghakimi mahasiswa yang pasif, dan memuja-muja
mereka yang sangat aktif, alangkah baiknya saling menggandeng untuk menggelar
relasi besar yang anti apatis. Salam Cendekiawan bangsa J (nh,ih)
ConversionConversion EmoticonEmoticon